DayOne
Journal
Shit post

Day 7 - Cewek Imajiner Kesayangan Gue

Doi bernama Ghea Indrawari

Ahh, mendengar namanya sudah membuatku tersenyum. Wanita kelahiran 10 Maret 1998 asal Singkawang, Kalimantan Barat ini menyelamatkanku dari rasa terpuruk dan stress akibat dipecat dari perusahaan gue semasa gue bekerja di Malaysia. Bagaimana tidak, dua lagu terbaru dia sangat amat relate dengan kondisi gue saat itu. Dua lagu tersebut adalah

  1. Teramini (listen on Youtube)
  2. Terima kasih sudah bertahan (listen on Youtube)
  3. Berdamai (listen on Youtube)

Lirik lagu pertama menceritakan tentang berlapang dada

Lagu pertama kayak ditakdirkan untuk gue denger deh soalnya liriknya ngepas banget

Terbawa arus tak tentu arah
Tuhan benarkah kau mendengarku
Ke mana pergi doa-doaku
Ingin menyerah
Namun hati kecilku terus berbisik
Bertahanlah
Ingat kau sudah sampai sejauh ini
Rela relakanlah
Yang bukan untukmu bukanlah untukmu
Tenang tenangkanlah
Yang harus terjadi pastilah terjadi

Apalagi bagian ini

Namun hati kecilku terus berbisik
Bertahanlah
Ingat kau sudah sampai sejauh ini
Rela relakanlah
Yang bukan untukmu bukanlah untukmu

Di saat gue menghadapi pengangguran, lagu datang untuk bilang

Bima, kamu jangan nyerah ya. Kamu udah sampai sejauh ini itu hal yang bagus banget loh. Gak semua orang bisa sampai di titik ini. Yang sudah-sudah biarlah berlalu. Kamu masih punya masa depan yang belum tersentuh dan penuh keajaiban-keajaiban lainnya. Semangat, Bima!

Ditambah suara Ghea yang kawai bangett, manis, lucu, ngangenin

Lirik lagu kedua menceritakan rasa terima kasih kepada diri sendiri yang sudah mau bertahan

Lagu ini pas banget gue puter nanti ketika gue udah bangkit lagi. Liriknya damai sekali:

Aku tahu dunia sering tak adil
Dunia sering tak mudah
Dan kauhadapi sendiri
Tapi aku percaya bahwa kau mampu
Ada yang berbeda darimu
Kau lebih dari itu
T'rima kasih sudah bertahan
T'rima kasih sudah berjuang
Ternyata kau sekuat itu
Ternyata kau sehebat itu

Terutama bagian ini:

Tapi aku percaya bahwa kau mampu
Ada yang berbeda darimu

Makasih, Ghea. Aku merasa diapresiasi dan acknowledge sama kamuu.

Lagu ketiga seperti Ghea sedang memarahiku klo aku ngeluh terus akan keadaan

Soalnya liriknya gini cuy:

Apa maksudnya semua sia-sia
Pengorbananmu tak ada gunanya
Sekarang lihat kau di mana
Siapa yang sudah keras berusaha
Ada yang memulai ketika muda
Yang lainnya ternyata tak berdaya
Sudah beda garis awalnya
Jelas beda pula garis akhirnya
Ku ingatkan lagi betapa besar hatimu
Menerima bukan hal yang mudah
Terima bukan ini saatnya
Terima bukan kaulah orangnya
Jika segalanya dikabulkan
Kau lupa caranya tuk berdoa

Apalagi bagian ini, rasanya kayak dimarahin mbak Ghea

Apa maksudnya semua sia-sia
Pengorbananmu tak ada gunanya
Sekarang lihat kau di mana
Siapa yang sudah keras berusaha

Wkwkwkwk iya iya Ghea maap maap aku gak akan ngeluh lagi. Janjiiii

Terus lirik ini juga bener

Jika segalanya dikabulkan
Kau lupa caranya tuk berdoa

Karena gue sering dikabulkan doanya, lama-lama berdoa itu jadi seadanya tanpa ada rasa menghayati, tulus, ikhlas, bersyukur, dan berharap. Hanya jadi sekedar formalitas ketika sholat.

Last but not least, aku tau kamu cewek imajiner karena hampir kecil kemungkinan kita dipertemukan (dan nikah). Apalah aku yang cuma lelaki kurus kering yang gak pernah keluar rumah, hiks :(

Tapi aku mau bilang ke kamu, terima kasih atas karya-karyamu. Sungguh membuatku damai sekali.